Pentingnya Knowledge Bagi Perusahaan
Knowledge/pengetahuan, merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kemajuan sebuah perusahaan. Hal tersebut dikarenakan knowledge merupakan suatu aset kunci untuk pengembangan perusahaan. Dengan adanya knowledge pada perusahaan, membuat perusahaan mempunyai keunggulan yang kompetitif yang kemudian akan dikembangkan sehingga perusahaan dapat mengeluakan inovasi-inovasi baru. Implementasi KM di suatu perusahaan akan mengakibatkan keunggulan kompetitif terhadap beberapa bidang, antara lain bidang operasional dan pelayanan, pengembangan kompetisi antar personil karyawan, pemeliharaan ketersediaan pengetahuan, inovasi strategi, pengembangan produk dan masih banyak hal lain.
Sementara dalam implementasinya, pada KM terdapat beberapa faktor-faktor penting seperti: “manusia, leadership, teknologi, organisasi dan learning organisasi”. Dari sana diperoleh manfaat yang paling disukai oleh perusahaan (organisasi profit) yakni untuk meningkatkan kolaborasi dalam perusahaan, meningkatkan keterampilan karyawan dan meningkatkan mutu produk dan layanan bagi perusahaan. Berikut gambaran transisi akan hal-hal yang menjadi faktor dalam Knowledge Management.
Figure 1 Faktor Knowledge Management
Knowledge yang Penting Bagi Perusahaan Dell
Dengan adanya knowledge management yang baik dan efektif dapat menjadi penentu sukses atau tidaknya suatu perusahaan untuk mencapai goal bisnisnya. Seperti halnya perusahaan Dell yang memiliki beberapa knowledge yang penting bagi perusahaannya agar dapat mencapai goal yang baik demi kelangsungan perusahaan.
1. Knowledge Vision
Visi dan misi atau arah knowledge seperti apa yang akan diciptakan untuk mendukung goal dari perusahaan dan sejalan dengan core business perusahaan.
2. Knowledge Asset
Repositori dari aset intelektual yang dimiliki suatu organisasi, setiap bagian informasi yang dimiliki atau diketahui oleh pekerjannya.
3. Knowledge Culture
Knowledge culture merupakan hubungan antara tacit knowledge yang tidak hanya membentuk pola pikir namun juga kebiasaan dan persepsi terhadap lingkungan bisnis perusahaan bagi pekerja di dalamnya. Knowledge culture yang dapat meningkatkan kemampuan remembering, forgetting, memahami, mengadopsi, mentradisikan dan membagi hal-hal baru yang positif.
4. Context-specific knowledge
Context-specific knowledge sangat ditentukan oleh kandungan tacit knowledge, karena itu dalam KM penciptaan pengetahuan baru merupakan proses konversi dua arah antara tacit dan explicit.
Figure 2 Context-specific knowledge
Knowledge Management pada Perusahaan DELL
Dell merupakan suatu perusahaan IT yang sekarang ini dengan keadaan persaingan bisnis yang semakin ketat, dimana setiap perusahaan tidak hanya mempunyai produk yang sama. Akan tetapi, membutuhkan suatu inovasi. Inovasi di sini di ambil dari beberapa pengetahuan, pengalaman-pengalaman dari history yang pernah ada di perusahaan yang kemudian membutuhkan pengembangan dengan inovasi yang membuat bisnis semakin baik.
Knowledge management pada Dell sendiri lahir karena adanya daya saing dan inovasi yang sedang dihadapi setiap organisasi atau perusahaan yang sudah berlalu sejak adanya persaingan usaha. Segalanya dalam perusahaan terjadinya akibat adanya perubahan paradigma bisnis yang telah menempatkan pengetahuan sebagai isu sentral kinerja organisasi. Saat ini, daya saing yang baik di dalam kehidupan bisnis apabila mempunyai inovasi yang baik terus menerus. Dimana kemampuan inovasi di tentukan oleh seberapa besar organisasi salah satunya Dell yang memiliki cadangan pengetahuan, kemampuan belajar, dan seberapa aktif melakukan inovasi baru untuk dapat tetap bersaing di era globalisasi.
Hal lain yang tidak kalah penting dalam pengembangan knowledge management yang telah dirasakan oleh perusahaan sekelas Dell yakni, “Betapa pentingnya Knowledge Sharing pada pengunduran diri seorang Michael Dell yang memegang sebagian besar proses di dalam perusahaan”. Hal ini sebagai contoh seberapa pentingnya knowledge management sharing di dalam suatu perusahaan. Setelah ditinggal oleh sang pendiri Michael Dell di tahun 2004, Dell memang seakan turun kembali ke bumi setelah menikmati kesuksesannya merevolusi industri lewat model pemasaran langsungnya. Masalah demi masalah terus berdatangan, mulai dari insiden komputer meledak, baterai rusak, servis yang semakin buruk, skandal keuangan, sampai penurunan pangsa pasar yang terus digerogoti karena langkah kompetitor seperti HP, Acer, Fujitsu yang kian agresif. Profit dan harga saham terus pula turun seiring dengan berbagai masalah tersebut. Sejak Desember 2004 sampai 2008 lalu, perusahaan asal Texas ini kehilangan nilai pasarnya sekitar 35 miliar dollar AS. Sejak tahun 2006, posisinya sebagai pemimpin pasar PC digeser oleh HP. Setelah ditinggal Michael Dell di tahun 2004, perusahaan ini memang seakan kehilangan karakter dan rohnya.
Dan pada tahun 2007 Michael Dell kembali mengambil alih perusahaan Dell, berbagai hal yang strategis langsung dilakukan oleh Michael mulai dari penggantian tim manajemen, perampingan organisasi, dan penghematan dari sisi operasional. Dari sisi marketing, berbagai hal dalam rangka turnaround juga dilakukan lewat berbagai inisiatif yang dipayungi lewat istilah Dell 2.0.
Dari kutipan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa perusahaan besar seperti Dell pun sampai saat itu masih belum dapat berhasil dalam penerapan knowledge management dengan baik demi kelangsungan hidup perusahaannya. Sehingga dapat sebagai pembelajaran bagi kita semua bahwa betapa pentingnya akan kehadiran knowledge management sharing agar tidak lagi adanya ketergantungan terhadap suatu individu akan sebuah perusahaan atau organisasi besar sekalipun.
Aspek Pengaruh Lintas Budaya dan Cara Mentransfer serta Mengani Masalah yang Terjadi
Sebuah perusahaan harus memiliki kemampuan untuk melihat perbedaan tentang knowledge antar dua budaya. Peter Senge menyebutnya sebagai kemampuan untuk melakukan shifting mind atau metanoia. Kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam proses belajar perusahaan, agar dapat menerima ide-ide baru.
Peter Senge beranggapan, belajar itu memiliki arti perubahan yang fundamental atau pergerakan dari sebuah pikiran. Perusahaan perlu mempunyai orientasi pada cara berpikir agar dapat melihat suatu masalah tidak dari satu sisi saj melainkan sisi lainnya seperti knowledge di luar perusahaan seperti knowledge transfer lintas budaya sebagai berikut:
1. Valuing different cultures
Kemampuan untuk memahami kompleksitas norma budaya dan bagaimana hal tersebut memberi kontribusi bagi terciptanya pengetahuan baru.
2. Building relationship within the host cultures
Membangun hubungan dengan orang-orang lokal akan memungkinkan proses penciptaan pengetahuan baru.
3. Listening and Observing
Kemampuan mendengarkan dan mengamati akan membuat orang memahami budaya lokal dan praktek-praktek yang ada untuk mengerti rasional di belakang praktek tersebut.
4. Coping with ambiquity
Kemampuan untuk melihat permasalahan bukan sebagai sesuatu yang menyebabkan kebingungan tetapi hanya menganggap sebagai sesuatu hal baru yang perlu dipelajari.
5. Translating complex ideas
Kemampuan untuk menjelaskan ide yang kompleks dalam bahasa dan makna lokal.
6. Taking Action
Kemampuan untuk bertindak dan membuat keputusan dan bertindak.
7. Managing others
Kemampuan untuk mengorganisasikan staf lokal dan expatriate serta mengatasi konflik di antara mereka.
Dell memiliki banyak cabang di lebih dari 170 negara di tiap belahan dunia. Dell menggunakan strrategi direct to consumer. Strategi ini dipakai karena strategi ini memiliki baerbagai macam aspek dan knowledge ektika melakukan ekspansi ke berbagai negara.
Yang menjadi aspek dan knowledge-nya adalah :
1. Besarnya pasar dan potensial
Dell akan mengirimkan produk-produknya ke daerah yang biasa mereka salurkan, akan tetapi dengan berkembangnya informasi yang ada, Dell dapat mengembangkan produknya ke daerah yang baru yang sangat potensial dengan penjualannya
2. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya sales yang mampu untuk menerima direct model, dimana PC Industri rata-rata dikuasai oleh Vendor yang menjual melalui channel indirect. Dan diperlukannya skill untuk memahami requirement yang user inginkan.
3. Penerimaan pihak lokal terhadap produk Dell
Membuat strategi dimana penduduk lokal dapat menerima produk-produk dari Dell dan memberikan kepercayaan kepada penduduk agar produk Dell dapat diterima oleh penduduk lokal.
4. Kemampuan pihak supplier pada saat pengiriman barang
Mengukur kemampuan supplier dapat men-supply barang sampai dimana batasnya dan jumlahnya. Hal ini dilakukan untuk mengukur produk sampai ke consumer sesuai target.
5. Management waktu.
6. Biaya operasi.
Reference
1. http://riezqa.blogspot.com/2007/08/knowledge-management.html
2. http://nananj.blog.binusian.org/2009/12/15/seberapa-penting-knowledge-management-untuk-perusahaan/
3. http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,26,proses-bisnis-dalam-perusahaan
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Dell
5. http://techno.okezone.com/read/2010/11/20/324/395200/keuntungan-dell-di-q3-naik-19